Bahaya 5G Tower BTS Bagi Kesehatan

Teknologi Telkomunikasi Dunia saat ini mengadang-gadang hadirnya teknologi jaringan 5G pada semua operator, sebelumnya kita telah merasakan 3G dan 4G,

kehebatan teknologi 5G adalah, internet akan menjadi lebih cepat hingga 1000 kali lipat lebih cepat dibanding 4G.sebagai gambaran saja, anda bisa download film HD atau Blueray dalam waktu beberapa detik saja

Network Type Download Speeds
3G Network 384Kbps
4G Network 100Mbps
5G Network 1-10Gbps (theoretical)

apa perbedaan 4G dengan 5G, sebenarnya perbedaan 4G dengan 5G adalah pada gelombang frequensi dan intensitasnya.

5G memiliki frequensi yang sangat tinggi 24-90Ghz, padahal sebelumnya 4G hanya 1-3Ghz, oleh karena itu membutuhkan penempatan tower yang lebih banyak dan berdekatan. karena gelombangnya lebih padat dan para ilmuan mengetahui bahwa gelombang ini akan berdampak lebih berbahaya dibandingkan 4G, yang sudah berakibat fatal dan di indikasikan menyebakan berbagai penyakit seperti pusing, insomnia, dan kanker pada kasus tertentu.

namun sekarang teknologi 5G menurut para pengamat radiasi dan pengalaman warga Amerika, tower 5G jauh berbeda dengan 4G, karena tower 5G tersebar dimana-mana dan sangat dekat jaraknya dengan pemukiman warga.

manusia memiliki gelombang elektromagnetik pada organ2 tubuh, jantung, hati, otak manusia berkisar pada 8-10Hz

bayangkan apabila secara konstan tubuh manusa dihujani dengan trilyunan elektro magnetic tiap detik, ini sangat jauh dari alami dan natural. ketika 5G akan di implementasikan, setiap jarak 5 rumah akan ada tower atau gelombang pemancar, untuk menyebarkan sinyal 5G, dan ini sangat berbahaya.

peluang terjadi kanker naik hingga 3-4x lipat lebih banyak ketika seseorang tinggal dekat BTS tower atau GSM tower 3G atau 4G biasa, bayangkan apa yang bisa terjadi pada banyak orang apabila 5G sudah di implementasikan yang intensitasnya 10x bahkan 30x lipat?

sebelum 5G bisa di implementasikan kami Teknokal Energi Bersinar menyarankan pemerintah untuk melakukan studi, dengan semua stakeholder yang terkait.

Pemerintah Republic indonesia harus membentuk tim :

  1. Warga dan Tokoh Masyarakat yang dihormati dan dipercaya sebagai organisasi independent
  2. Departemen kesehatan dan Kominfo untuk membentuk tim penelitian bersama LIPI (dalam pengawasan organisasi independent diatas dan DPR MPR, dan Ikatan Dokter Indonesia)
  3. Militer memberikan masukan akan dampak penggunaan gelombang elektromagnetik tingkat tinggi pada masyarakat.

Operator telfon menghentikan semua rencana upgrade 4G to 5G, hingga hasil penelitian diumumkan dan harus mematuhi semua peraturan yang diberikan oleh pemerintah mengenai dampak dan efek dari impelementasi 5G kepada masyarakat.

untuk informasi lebih lanjut silahkan melihat video berikut :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × five =